Tampilkan postingan dengan label catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2014

Doa di Kala Fajar

Pagi ini terasa berbeda dari hari-hari kemarin.
Tidak seperti biasanya juga, aku beranjak dari tempat tidurku lebih awal.

Udara pagi yang sangat menyegarkan
Air wudhu yang sangat menyejukkan
Terasa dingin, tetapi amat menenangkan
Jiwa...

Bahkan jantung berdetak tidak teratur, terasa cepat, dan membuat hati menjadi tidak karuan
Dzikir...
Hati pun tentram

Apa yang akan terjadi, hanya Allah yang Maha Mengetahui
Bagaimana keadaannya nanti, hanya Allah yang Maha Mengetahui
Allah yang telah mengatur segalanya
segalanya...

Do'a...

Rabu, 26 November 2014

Setiap Anak punya Usaha

Matanya memerah, dan tak lama kemudian ia meneteskan air mata. Perlahan, tapi kian lama kian menderas.
Seketika itu pula saya terdiam, dan hanya menatapnya penuh dengan pertanyaan dan harapan...

Harus dipahami bahwa anak memiliki kemampuan dan bakat yang tidak sama. Begitu pula kemampuan untuk memahami dan menangkap apa yang orang lain sampaikan kepada dirinya. Saya perlu benar-benar mengerti dan paham dengan hal ini.

Hari-hari pembelajaran terkadang saya rasakan begitu berat, jarum jam dindingpun saya rasakan begitu lambat singgah menuju ke angka berikutnya, sangat lama berganti menuju jam berikutnya. Alangkah buruknya hati ini, merasa enggan merangkul dan berbagi ilmu dengan anak-anak yang begitu lugu dan polos.

Guru menginginkan yang terbaik untuk setiap siswanya, berharap semua siswanya mendapatkan yang terbaik.

Mungkin seringkali hati ini terlalu menuntut kepadanya. "Kamu harus bisa. Kamu harus mampu, Mengapa hal semudah ini kamu tidak bisa. mengapa, teman-temanmu sudah mengusai kamu belum juga mengusai, padahal sudah berulang-ulang kali kamu mempelajarinya". Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya tidak terus-menerus terlontar padanya...

Sayapun mencoba mengusap air matanya, dan mengatakan padanya "jaganlah menangis, coba tersenyumlah, kamu pasti bisa Nak!"
Yaa, seharusnya kata-kata positif yang ia butuhkan, seharusnya nasihat-nasihat bijak yang ia perlukan, dan pelukan hangat yang menguatkan, kesabaran tulus yang selalu memacu semangat belajarnya.

Apapun dan bagaimanapun kondisi siswa, yang perlu guru lakukan adalah mendidik dengan ikhlas.
Karena setiap siswa adalah generasi emas untuk masa depan, generasi yang insyaallah akan lebih baik. Dan guru berperan penting dalam membentuk generasi harapan tersebut.

Semangat duhai Bapak Ibu Guru, karena masa depan putra putri generasi bangsa ini berada di tanganmu :)

Terus semangat juga untukmu ya Nak! Kamu pasti bisa! ^_^

Kamis, 06 November 2014

Makna Lagu "Padang Bulan"

Bernyanyi atau menyanyi merupakan salah satu kegiatan favorit anak-anak. Pikiran yang jenuh menjadi lebih tenang dan hati yang gundah menjadi bahagia, seolah lepas dari penat. Hal ini juga yang saya rasakan ketika bernyanyi bersama anak-anak, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas.
Tidak hanya menyanyi saja, tetapi menjadi lebih menyenangkan lagi ketika diiringi dengan musik alami dari tepuk tangan, ketukan pensil, atau hentakan kaki, maupun musik iringan dari kaset. Sangat menggembirakan, ditambah lagi dengan tarian-tarian sederhana untuk menggerakkan badan sehingga hilang rasa kaku. Dan lebih seru lagi ketika menyanyi sambil bermain.

Hari ini anak-anak begitu semangat menyanyikan beberapa lagu, khususnya lagu dolanan (Jawa). Dan saya bangga dengan mereka yang masih mengenal dan mau menyanyikan dengan semangat meskipun beberapa liriknya terlupa. Namun semangat untuk bernyanyi dan mengenal lagu lebih dalam patut dibanggakan, karena bisa menjadi dasar wujud kecintaan mereka pada lagu-lagu daerah.

Di era modern sekarang ini, lagu dolanan kurang dikenal dengan baik oleh anak-anak. Hal ini perlu mendapat perhatian agar lagu dolanan tidak semakin luntur. Jika kita kenal lebih dalam lagi, lagu dolanan memiliki makna yang baik untuk kita ketahui. Dalam lagu dolanan terkandung nasihat bijak tentang kehidupan.

Hari ini anak-anak semangat bernyanyi Lagu "Padang Bulan"

Lirik Lagu Padang Bulan
Yo prakanca dolanan ing njaba Padhang mbulan padhangé kaya rina Rembulané kang ngawé-awé Ngélikaké aja turu soré-soré

Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti sebagai berikut:
‘Ayo teman-teman bermain diluar’
‘Cahaya bulan yang terang benderang’
‘Rembulan yang seakan-akan melambaikan tangan’
‘Mengingatkan kepada kita untuk tidak tidur sore-sore’

Dalam lagu dolanan padang bulan tersebut terkandung makna religius (kagamaan). Maknanya ialah kita hendaknya bersyukur kepada yang Maha Kuasa untuk menikmati keindahan alam. Untuk menunjukkan rasa syukur itu kita diharapkan tidak tidur terlalu sore karena kita bisa melaksanakan ibadah di waktu malam.

Lagu Padang Bulan ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak lagu dolanan yang hendaknya terus kita kenalkan dan ajarkan pada anak-anak agar keberadaannya dapat terus dilestarikan. Tidak hanya sekedar untuk dinyayikan tetapi juga untuk dimaknai sebagai nasihat dalam kehidupan.

Catatanku untuk hari ini. Mengingatkanku untuk selalu bersyukur setiap waktu.
Bumi Allah yang indah menunjukkan betapa Maha Besar Allah atas segala keagungan-Nya. Udara yang bebas kita hirup menjadi bukti kasih sayang Allah yang masih memberikan kesempatan pada makhluk-Nya untuk menapaki bumi-Nya. Bulan yang bersinar di langit luas malam ini menjadi secuil dari kebesaran Allah  yang menakjubkan untuk dilihat.
Bersyukur akan membuat hati menjadi lebih tenang :)

Selasa, 04 November 2014

Malaikat Kecil

"Bu, kita mau belajar apa hari ini?, Bu, buku tulis atau buku bacaan yang harus di buka?, Bu buku temanya sudah aku baca dan sudah aku isi, gambarnya juga sudah aku warnai, ada buku lagi tidak Bu?, Bu kapan main-main lagi?"

Begitu banyak pertanyaan penuh rasa penasaran aku dengar dari siswa- siswaku. Ruang kelas 1B bergemuruh karena lontaran-lontaran pertanyaan itu. Rasanya libur satu hari di hari minggu sudah berasa tidak bertemu selama satu bulan. Hmm, baru satu langkah masuk kelas saja tangan sudah langsung disahut untuk saling berebut bersalaman. Sungguh suatu hal yang membuatku menjadi bersemangat sebagai alasan untuk tidak mengeluh.

Sudah satu tahun lebih saya mengabdikan diri mengajar di sebuah sekolah dasar negeri di kabupaten Kebumen, tepatnya di kecamatan Kutowinangun. Ya, waktu yang masih seumur jagung jika dibandingkan dengan para pengajar yang telah memiliki pengalaman mengajar bertahun-tahun.
Mulai bulan Juli 2013, setelah saya menyelesaikan sidang skripsi dan yudisium. Cita-cita yang telah saya agendakan sebelum saya lulus dari kuliah saya. Alhamdulillah, sekarang telah saya dapatkan.

Menjadi guru atau pendidik ternyata tak semudah seperti apa yang saya bayangkan. Butuh niat yang sangat tulus, panggilan hati, keikhlasan, dan kepedulian. Sampai sekarang saya masih terus mengusahakannya. Untuk tidak beralasan hanya karena soal materi ataupun kedudukan.

Seharusnya bisa mengerti, bahwa tugas guru bukan sekedar menyampaikan ilmu pelajaran, berbicara panjang lebar, menyuruh, melarang, bahkan memberikan nilai 100 atau 0 untuk siswanya. Menjadi guru harus benar-benar memahami.

Seringkali sabar terselimut oleh amarah, dan ikhlas tersingkap oleh perasaan menuntut. Apalagi semangat sebentar sebentar lenyap karena rasa letih yang mendera. Betapa lemahnya niat yang seperti ini. Dan inilah yang terkadang menimpa diri saya.

Tetapi...
ada malaikat-malaikat kecil yang selalu meyadarkanku, betapa indahnya jika kita bisa tersenyum lepas. melakukan segala sesuatu dengan penuh rasa bahagia, tanpa beban, tanpa memikirkan harapan imbalan, tanpa merasakan lelah, dan tanpa rasa kecil hati.

Betapa bersalahnya saya jika sampai menyurutkan semangat belajar mereka, menghalangi antusias mereka, memendam rasa penasaran mereka, dan memupuskan cita-cita mereka. karena merekalah generasi emas yang lebih indah untuk bangsa kita.

Memang tidak selalu apa yang mereka lakukan membuat hati kita merasa gembira, kenakalan-kenakalan kecil terkadang membuat hati menjadi emosi. Tapi inilah kewajiban seorang guru, yang harus senantiasa bisa merangkul mereka, memahami apa kebutuhan mereka, dan memberikan yang terbaik sesuai apa yang mereka butuhkan. Guru bukanlah pelayan, tetapi adalah sahabat dan pembimbing yang senantiasa siswa butuhkan agar mereka dapat berkembang mulia, berilmu, santun, sehat badan serta akal budinya. Tidak mudah, namun inilah tugas guru yang memiliki peran pula sebagai orang tua.

"Bu, ko diem?? Bu guru ngelamun yaa??" suara siswaku sedikit membuat kaget.
Ternyata benar saya melamun...
Bahkan mereka selalu mengingatkan ketika saya benar-benar lelah.
"Bu guru aku mau ke kantin, bu guru mau aku belikan jajan juga tidak??" tanya salah satu siswaku saat hendak istirahat.
Mereka benar-benar peduli dengan keadaanku.
Seringkali saya merasa malu dengan diri saya sendiri.

Memang tidak semua siswa memiliki sikap yang demikian, tapi inilah peran guru untuk dapat memahami setiap karakter siswanya.
Semua memberikan pelajaran yang baik, dan harus bisa menjadikan diri lebih baik.

Terimakasih Nak, maafkan gurumu ini
(Selasa, 4 November 2014)

Minggu, 12 Oktober 2014

Rugi Waktu

Hari sudah senja, alunan ayat suci Al-Qur'an yang biasa diputar dari Masjid dekat rumah telah terdengar merdu, sangat menyejukkan.
Tidak terasa hari Minggu yang merupakan hari libur ini berlalu begitu cepat. Waktu yang Allah sediakan untuk semua umat-Nya. sama. yaitu 24 jam. tidak kurang tidak lebih, semua sama.
tetapi apakah semua orang mempunyai kesempatan dalam waktu 24 jam itu kesempatan yang sama?
ternyata tidak. Hanya orang yang mempunyai harapan dan perencanaan dalam setiap harinyalah yang mempunyai waktu berharga dalam kepemilikan kesempatan.
Terlalu berputar-putar. aku simpulkan, orang yang tidak punya rencana dalam hidup adalah orang yang rugi. orang yang tidak pernah mempunyai kerja keras dalam setiap waktunya adalah orang yang rugi. orang yang hanya berdiam tanpa alasan yang jelas dalam setiap waktunya adalah orang yang rugi. orang yang hanya memikirkan keburukan orang lain saja dalam setiap waktunya adalah orang yang rugi. orang yang tidak mau berbuat dalam setiap waktunya adalah orang yang rugi. orang yang cuma pasrah dalam keadaannya di setiap waktunya adalah orang yang rugi. merasa lelah tanpa semangat hanya ingin diam tidur dan istirahat untuk setiap waktunya adalah orang yang rugi. hidup penuh kerugian jika diri sendiri tak mampu mengisinya dengan harapan-harapan dan perencanaan, mimpi, dan cita-cita.
jangan hanya duduk manis dalam setiap waktumu. jangan hanya "mlompong" kosong hari-harimu.Seperti dalam peribahasa Arab : Menganggur adalah pencuri waktu. Jadi jangan sampai kita tambah mengalami kerugian dalam hidup kita, karena seringkali kita dicuri oleh hal yang merugikan.
Jangan sampai kita rugi waktu dalam hidup kita di bumi ini. karena rugi waktu di dunia akan rugi pula di akhirat kelak.
Mari pergunakan waktu kita dengan kegiatan, harapan, cita-cita besar dan mulia, amalan dalam kebaikan, dan tindakan yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Motivasi untuk diri sendiri yang sedang merasa sangat rugi. Rugi yang membuat penyesalan. Semoga esok lebih baik, Aamiin..

Adzan Maghrib sudah berkumandang. Mari saudara saudariku, tepat waktu menjalankan perintah-Nya adalah salah satu hal yang sangat mendasar agar kita mendapat keberuntungan waktu, dan kebahagiaan hidup.

Semangat!

Sabtu, 17 Mei 2014

Pilihan dalam Diam

bicara
diam
bicara
diam kembali

pikiran memberikan suaranya
pada hati yang tak jelas bersuara

hati butuh pikiran
pikiran butuh hati
bersuara

setiap hati bersuara
satu suara hati
butuh suara hati lain

penuh tanda tanya
penuh keraguan
tak paham akan apa yang akan dilakukan

jemaripun menari
bibir masih tetap mengatup
masih tanpa suara

pikiranpun masih belum memberikan tanda
hati tetap bergeming
diam

yang dinanti
Sang pemilik dan penguasa hati
untuk mengisi hati
petunjuk

yakin
tak lagi ragu

bicara kini dengan suara yang wibawa
hati penuh ketulusan
diam dalam kesejukan



Sahabat, jangan pernah takut untuk melangkah. Kau harus berani mengambil pilihan diantara banyak pilihan. Semua mempunyai resiko, baik ataupun buruk. Akan menjadi baik ketika engkau memang memiliki niat baik dalam mengambil pilihan itu.

Pilihan, pilihan, dan pilihan, pasti ada pilihan.

Kau tidak akan menemui keraguan, kebimbangan, atau ketakutan itu, jika kau memohon petunjuk pada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk atas semua pilihan yang ada dalam hidupmu, Sahabatku.

Berdo'alah, memohonlah dengan penuh pengharapan dan ketulusan. Dan... restu orangtua akan membantumu dalam meringankan langkahmu ^_^

Bismillah, dalam setiap ayunan langkah niat baikmu, langkah baik kita. Semoga Allah mengabulkan setiap do'a baik hamba-Nya, do'a kita, aamiin

17/05/2014
on Saturday

Minggu, 06 April 2014

Berpikirlah Positif



Ketika manusia hidup dengan cita-cita, dia akan merasa terarah dalam menjalani setiap kehidupannya. Tetapi, dia tidak akan tenang jika dia tak tau untuk apa tujuan dari semua cita-citanya.
Hidup ini telah ada skenarionya, dari sebelum manusia itu lahir, hingga kemudian mati. Bahkan setelah mati, pun skenario masih berlanjut. Tidak akan dapat dipahami oleh manusia, jika dia tidak tau akan tujuan dia hidup, menjalani hidup, dan akhir hidupnya.


Rencana hidup tidak selamanya sama sesuai harapan. Maka untuk bisa meraihnya, manusia harus berusaha, berdo’a, dan pantang menyerah. Agar mendapat berkah, maka manusia harus senantiasa bersyukur, bukan menyalahkan keadaan.
 
Tetap semangat, meskipun kau merasa gagal. Tetap semangat, meskipun kau merasa belum mampu melakukan yang terbaik. Tetap semangat, meskipun hasil belum maksimal. Berpikirlah positif, selalu ada jalan keluar dari setiap masalah yang kau anggap itu telah buntu. Batu yang keras bahkan bisa terkikis oleh air yang begitu lembut. Apapun, tetaplah berpikir positif. Bagaimanpun, tetaplah berpikir positif. Ingatlah dengan Sang Sutradara Hidup, ingatlah dengan Sang Pembuat Skenario Hidup. Lakukan segala sesuatu karena-NYA. Yakinlah, kau mampu, kau pasti bisa, sahabatku… ^_^

-Kebahagiaan adalah masalah keputusan- "nasihat sahabat"



Jumat, 28 Maret 2014

Waktu...

Matahari terbit, dan kemudian terbenam kembali
Pagi menjelang, dan kemudian malam pun datang
Mata ini membuka dan menatap, untuk kemudian menutup sejenak
Kaki, tangan, tubuh, otot, syaraf semua bergerak dan bekerja, untuk kemudian istirahat sejenak
Bibir berbicara, dan kemudian diam sekejap


Otak ini berpikir, dan kemudian terus berpikir, tidak ingin ku biarkan kosong
Hati ini merasa, dan kemudian terus merasa, tidak akan aku biarkan kosong

muncul dan hilang
datang dan pergi
terang dan gelap
riuh dan sunyi
lembut dan keras


Semua ada, bukan karena percuma
Semua hadir, bukan belaka sebuah takdir
Diri ini, hidup ini, dan segala yang terjadi
telah ditentukan, telah digariskan oleh Sang Pemilik Waktu

jarum jam itu terus menerus terdengar oleh telingaku
kulihat melangkah maju dengan stabil
menghitung waktu... ya waktu...
tik tok tik tok tik tok tik tok terus, begitu seterusnya
aku masih mendengarnya, hingga detik ini aku menulis
aku tau, ia pun akan merasa lelah hingga tak sanggup lagi menghitung waktu

Waktu...
aku masih memiliki waktuku di dunia, dan ini adalah kesempatan
tak ingin membiarkan otak ini kosong
tak ingin membiarkan hati ini kosong
tak ingin pula membiarkan raga ini kosong
kosong dari kebaikan, kosong dari kebermanfaatan, dan kosong dari segala yang diperintahkan oleh-Nya
Sang Pemilik Waktu

Tetapi sungguh diri ini lemah
kosongku lebih banyak oleh khilaf
kosongku lebih banyak oleh kemalasan
kosongku lebih banyak oleh benci
kosongku lebih banyak oleh iri
kosongku lebih banyak oleh kecurangan
kosongku kini penuh dengan hal tak berguna

Dan Sang Pemilik Waktu masih memberikanku Waktu...

Kini,

kosongku harus penuh dengan kebaikan
kosongku harus penuh dengan keikhlasan
kosongku harus penuh dengan kesabaran
kosongku harus penuh kasih dan maaf
kosongku harus penuh dengan kebermanfaatan
selama waktu yang tersisa

Lama waktuku, aku tak tahu
hingga mata tak mampu menatap kembali
hingga bibir tak mampu berucap kembali
hingga segala kaki, tangan, tubuh, otot, dan syaraf tak bekerja kembali
dan otak, hati menjadi benar-benar kosong pada raga yang telah kosong

Sang Pemilik Waktu, yang menentukan waktu...
Alloh ya Tuhanku, Sang Pemilik Waktuku
jadikan diri ini hamba yang taat, hamba yang kuat
hamba yang mampu mengisi waktu sesuai dengan tuntunan-Mu
Aamiin


Keluargaku tercinta (Mama, Bapak, Kakak dan Adik-adiku), Saudara saudariku, sahabat dan teman-temanku, terimakasih. Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat serta barokah-Nya kepada kalian semua. Semoga kita diberikan oleh Alloh waktu yang manfaat, sehingga kita bisa menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu, Aamiin ^_^
 

<dalam waktu malamNya, olehku di 28 dan 29 Maret 2014>


Kamis, 27 Maret 2014

Disiplin Waktu, Harapan, dan Kesuksesan

       Disiplin waktu itu mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan hidup seseorang. Tidak mudah melakukan disiplin waktu. Maka, hanya mereka yang mempunyai keinginan kuat dan kemauan yang tulus untuk berubahlah yang akan mampu untuk melakukan disiplin waktu. Berani untuk bertindak dan melawan rasa malas yang ada pada dirinya sendiri. Berani bangun dari tidur, berani bangkit dari duduk, dan berani melangkah dari tempatnya berdiri untuk menuju asa dan cita yang telah ia patri dalam hati serta benaknya sendiri. Orang sukses memiliki tujuan dan harapan. Maka ia akan selalu berusaha untuk terus mengejar impian. Selalu bersyukur dengan apa yang ia dapat, selalu introspeksi diri terhadap kesalahan dan kekurangan yang ia perbuat, dan selalu melakukan yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Selasa, 18 Maret 2014

Cipta dan Baca Puisi

"Cipta dan baca puisi merupakan salah satu seni. Dikategorikan seni karena memiliki nilai estetika. Ya, seni erat kaitannya dengan estetika atau keindahan. Cipta berarti membuat, menghasilkan berdasar ide atau suatu kejadian. Baca jelas berarti membaca (tulisan), dan puisi  merupakan sebuah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam kata-kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang bermakna". [pendapat saya demikian ^_^]

Saya lebih senang untuk membaca puisi daripada mencipta sebuah puisi, karena membaca itu penuh dengan ekspresi yang mencakup gerak, suara, mimik/ekspresi wajah. Belum banyak yang saya ketahui tentang puisi.

Hari Senin (17/3/2014) kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mendampingi anak didik saya belajar mencipta dan membaca puisi dengan Pak Eko untuk persiapan lomba seni. Pak Eko adalah salah satu guru dan kepala sekolah yang juga aktif dalam organisasi PGRI di Kebumen. Selain itu, beliau ahli dalam bidang kesenian, salah satunya cipta dan baca puisi. Oleh karena itu, beliau sudah seringkali menjadi juri dalam event atau lomba-lomba kesenian bahkan sampai tingkat propinsi. Saya manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar. Meskipun waktunya singkat (tidak ada 1 jam), tapi bagi saya sangat bermanfaat.

Mencipta puisi harus dengan hati. Kita juga perlu memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Tidak perlu terpaku untuk memilih kata-kata yang indah, karena kata yang indah itu akan mengalir dengan sendirinya ketika kita menggunakan hati dan menghayatinya dengan penuh perasaan. Jangan berulangkali menghapus, teruslah menulis, sampai pada akhirnya kita koreksi kembali dan perbaiki. Mintalah seseorang untuk membaca dan memberikan pendapat puisi ciptaan kita.

Sedangkan untuk membaca puisi, ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Memahami puisi yang akan dibaca (ini sangat berpengaruh pada penghayatan)
2. Berilah hormat terlebih dahulu pada dewan juri/penonton
3. membaca judul puisi lebih baik dengan gaya baca biasa tetapi jelas
4. setelah membaca judul, ambil posisi terlebih dahulu. Posisi yang baik dalam membaca puisi adalah kaki membuka selebar bahu. Ini akan mempermudah dalam bergerak (mengekspresikan diri).
5. jangan terburu-buru dalam membaca, perhatikan jeda, dan ambil napas pada jeda antar kalimat.
6. sesuaikan ekspresi gerak dan mimik wajah dengan makna pada kalimat puisi yang dibaca
7. lakukan dengan percaya diri

That's all, pelajaran yang saya dapat kemarin. Semoga ada kesempatan berikutnya untuk belajar puisi dengan ahlinya. Tulisan ini, semoga bermanfaat.

Jika ada tambahan atau koreksi dari pembaca, khususnya tentang puisi, mohon pendapatnya (comment please) ^_^
-Mari Belajar-

Senin, 17 Februari 2014

Memahami Karakteristik dan Psikologis Anak

Ada apa sebenarnya dengan "Fendi, Hafid, Jundan, dan anak-anak itu?"
Pertanyaan itu seringkali muncul dalam hati saya, dan pikiran saya pun menjadi melayang kemana-mana.
Sabar... sabar, kalimat itu yang berusaha menenangkan hati saya.
Berhadapan dengan anak, ternyata bukanlah hal yang perlu dianggap biasa. Biasa dalam arti, semua anak-anak dianggap sama, yaitu sama sifatnya, sama pemikirannya, maupun sama karakternya. Anggapan tersebut harus dihindari, karena akan membuat anak tak memperoleh apa yang menjadi kebutuhannya.

Ini yang saya alami ketika saya mengajar di kelas III dan IV, kelas yang luar biasa, dan menjadi spesial karena anak-anaknya juga luar biasa terlebih ketika tertuju pada beberapa anak. Mengajar di kelas tersebut butuh persiapan ekstra agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, dan tujuan dari pembelajaran bisa tercapai. Sebenarnya tidak hanya di kedua kelas tersebut saya harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, di kelas lain pun perlu persiapan ketika hendak mengajar tetapi tak seekstra dua kelas yang saya sebutkan tadi. Whatever, saya menyimpulkan bahwa "mengajar bukan perkara yang "gampang".

Proses pembelajaran bukan sekedar mentransfer ilmu kepada anak, memberikan materi dengan ceramah, mencatat, mendikte, anak-anak harus duduk tenang mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama. Pembelajaran bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Mengajar dan mendidik secara kasat seringkali dipahami sebagai hal yang tidak berbeda, padahal antara keduanya adalah hal yang tak sama. Mengajar boleh diartikan dengan mentransfer ilmu, berbeda dengan mendidik bukanlah hanya mentransfer ilmu atau transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Nilai itu penting. Bukan nilai angka yang dimaksud, akan tetapi nilai sikap yang akan membentuk karakter seorang anak. Guru itu mempunyai peran sangat-sangat penting bagi perkembangan dan pembentukan karakter seorang anak. Oleh karena itu, setiap anak harus mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhannya. Apalagi berkaitan dengan karakteristik/sikap anak yang berbeda atau bisa dikenal dengan psikologi anak.

Membahas tentang Psikologi Anak, saya sendiri juga tidak begitu menguasai. Sedikit banyak pengetahuan yang saya dapat dari bangku kuliah dan buku-buku referensi yang saya baca, khususnya tentang perbedaan individual. Bahwa anak adalah individu yang mempunyai perbedaan satu sama lain, meliputi perbedaan jenis kelamin (gender), perbedaan prestasi di kelas, perbedaan kemampuan, perbedaan kepribadian, dan perbedaan gaya belajar.


Psikologi perbedaan individu tersebut menguji dan menjelaskan bagaimana orang-orang dalam berpikir, berperasaan, dan bertindak.
Dan karakteristik pembelajaran yang efektif adalah jika pembelajaran dapat merespon kebutuhan khusus masing-masing siswa/anak.

Pengetahuan yang kurang terhadap karakteristik dan perkembangan psikologis anak akan meghambat proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran itu sendiri tidak tercapai, yaitu kebutuhan siswa yang tidak terpenuhi.
Guru seyogiyanya bisa memahami masing-masing anak didiknya (siswa) sehingga dapat memberikan pembelajaran atau pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mari para "Guru" kita berproses untuk pendidikan yang lebih baik ^_^ sehingga anak didik kita memperoleh hak dan kebutuhan mereka. Anak didik dapat berkembang sesuai dengan perkembangannya secara optimal.


Sabtu, 15 Februari 2014

Menulis Itu...

Bukan hal yang mudah, juga bukan hal yang yang susah. Menulis itu sebenarnya mudah, tapi sulit untuk dilakukan. Iyaa, mudah dan sulit memang hal yang berlawanan. Kalau kita tidak mengalami kesulitan, maka kita tak akan tau apa itu kemudahan, sebaliknya.
Bagi saya menulis itu suatu hal yang sulit, dan saya menyadarinya. Tau kenapa? Saya sadar bahwa menulis itu tidaklah mudah, maka dari itu saya mengupayakan berbagai cara untuk membuat menulis itu menjadi mudah.
Ada banyak alasan mengapa menulis bagi saya adalah sulit:
1. sering merasa takut kalau nantinya tulisan saya jelek (padahal kalau di laptop atau komputer tinggal ketik aja, kenapa masih takut jelek ya??) bukan itu, maksudnya kalimat yang saya tulis jelek dan tak berbobot isinya.
2. seringkali merasa tidak pede alias tidak percaya diri alias lagi minder, kalau tulisan saya dibaca oranglain, dan menurut orang lain tulisan saya jelek (uuh, lagi-lagi jelek).
3. berat banget untuk memulainya. Ini hal yang sepele tetapi bisa jadi penyakit, yaitu malas dan menunda-nunda. Mau menulis saja sudah berpikir, nanti ah, aduh jangan sekarang lah nulisnya, hmm, males banget mau buka buku atau nyalain laptop/komputer.
Tiga alasan itu mewakili keluhan saya mengapa menulis itu menjadi sebuah hal yang sulit atau susah untuk dilakukan. Saya menyadarinya, dan saya berusaha untuk tidak membuatnya menjadi sulit, caranya:
1. membaca. Baca apa saja yang manfaat, agar bisa perbanyak kosa kata. Sayangnya untuk membaca pun harus dipaksakan.
2. sharing dengan teman atau orang yang senang dengan menulis. Ini cukup memotivasi agar mau untuk menulis. Ibaratnya, orang lain saja bisa, mengapa saya tidak?!
3. memaksa diri sendiri untuk mau menulis apapun, dimanapun (asal pada tempatnya lho ya), dan kapanpun. Tulislah walaupun hanya satu paragraf, atau satu kalimat, atau bahkan cuma satu kata. ini cukup jitu untuk membuat diri menjadi semangat untuk menulis. Atau bisa di buku khusus, diary misalnya.

Tiga alasan dan tiga solusi. Mencoba untuk menghilangkan tiga masalah menulis dengan tiga solusi yang sudah ada. Ternyata bagi saya belum cukup untuk menghilagkan ketakutan dan keengganan saya pada menulis. Sebetulnya saya sangatlah suka menulis. Blog ini juga menjadi salah satu cara saya buat meng-upgrade dan memotivasi untuk menulis, apapun itu. Factually, dari awal pembuatan, sampai sekarang, belum banyak yang bisa saya tulis. Oke, dalam menulis itu harus ada semangat, dan pikiran yang positif. SAYA PASTI BISA.

Mulai menulis dengan niat yang baik, semangat, berpikir positif, percaya diri, dan InsyaAllah Bermanfaat minimal untuk diri sendiri, dan semoga bisa bermanfaat untuk orang lain.

Buat temen-temen yang senang menulis, ayo berbagai semangat dan ilmunya :).
Pengalaman itu terlalu sayang untuk dilewatkan. Pengalaman itu indah dan perlu dituliskan. pengalaman itu guru terbaik, untuk menjadikan hidup lebih baik ^_^
Semangat menulis

Jumat, 27 April 2012

BELAJAR ITU MENYENANGKAN


Menjadi seorang pelajar tidak pernah terlepas dari aktivitas belajar. Begitu pun mahasiswa, yang disebut-sebut sebagai kaum intelektual. Namun ternyata, kegiatan belajar yang kodratnya sudah menjadi santapan pokok itu seringkali dianggap tidak mengenakkan. Hal seperti ini bisa menjadi penyakit berbahaya yang harus disembuhkan.
Sebenarnya, belajar tidaklah berarti berhadapan dengan setumpuk buku-buku dan kemudian kita kebut untuk harus selesai dibaca karena tujuan mengejar nilai yang bagus. Belajar juga tidak berarti duduk tenang di bangku kelas atau bangku kuliah, memperhatikan guru ataupun dosen dengan seksama, atau apapun yang menjadi alasan sehingga belajar divonis sebagai hal yang menjenuhkan.
Perlu mengubah anggapan dan cara berpikir untuk menjadikan belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan dan nyaman untuk kita lakukan.
Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Pertama tetapkan tujuan. Belajar bukan berarti sekedar berangkat ke sekolah atau ke kampus, mengerjakan tugas-tugas, ataupun yang seringkali dianggap ekstrim adalah belajar untuk menentukan nasib ujian. Semua anggapan itu benar, tetapi akan menjadi beban jika niat belajar kita karena sebuah paksaan, dan nantinya hasilnya pun akan sedikit sekali memberikan kebermanfaatan.
Ubah anggapan itu mulai dari sekarang. Belajar adalah aktivitas yang menyenangkan. Belajar adalah hobi yang jika satu hari atau bahakan satu detik saja dilewatkan, maka akan kita rugi. Belajar itu penting, karena dengan belajar maka kita akan memperoleh ilmu, pengalaman, dan berbagai informasi. Selain itu, dalam belajar kita harus menciptakan suasana hati, pikiran, dan lingkungan yang kondusif dan nyaman.
Sekarang, belajar tidaklah lagi menjenuhkan. Dan satu lagi, belajar tidak hanya berkutat pada bidang akademik saja, tetapi non akademik juga harus dipelajari. Belajarlah pada apa saja yang memberikan kebermanfaatan, maka kita akan memperoleh keberhasilan seperti apa yang kita impikan. Semua mulai dari belajar. Selamat belajar dan semangat!