Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

PERAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK



Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Untuk itu orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak. Sudah merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing keluar potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan tidak lupa memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.
Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Adapun pendidikan formal tidak sebatas dengan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak mereka di sekolah. Selain itu pendidikan non formal menanamkan tata nilai yang serbaluhur atau ahlak mulia, norma-norma, cita-cita, tingkah laku dan aspirasi dengan bimbingan orang tua di rumah.
Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung yaitu antara lain kepentingan dan kualitas yang baik dari kepala sekolah dan guru, peran aktif dinas pendidikan/pengawas sekolah, peran aktif orangtua dan peran aktif masyarakat sekitar sekolah. Akan tetapi orang tua juga tidak dapat menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Pendidikan anak dimulai dari pendidikan orang tua di rumah dan orang tua yang mempunyai tanggung jawab utama terhadap masa depan anak-anak mereka, sekolah hanya merupakan lembaga yang membantu proses tersebut. Sehingga peran aktif dari orang tua sangat diperlukan bagi keberhasilan anak-anak di sekolah.
Ada beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. Pertama, dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat PR dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.
Kedua, memantau perkembangan perkembangan kemampuan akademik anak. Orang tua diminta untuk memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.
Ketiga, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Keempat, memantau efektivitas jam belajar di sekolah. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka. Kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas-kelas kosong dimana guru mereka berhalangan hadir. Sehingga pembelajaran yang ideal di sekolah tidak terjadi dan menjadi tidak efektif.
Selain semua hal tersebut di atas ada beberapa hal lain perlu diperhatikan yaitu membantu anak mengenali dirinya (kekuatan dan kelemahannya), membantu anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya, membantu meletakkan pondasi yang kokoh untuk keberhasilan hidup anak dan membantu anak merancang hidupnya.
Pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Melihat kondisi anak yang umumnya masih labil, pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak. Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak.
Dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham akan kemampuan anak. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilihkan sekolah untuk anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan biaya yang dibutuhkan.
Bila dilihat dari sejarah, tugas pertama manusia adalah beranak cucu dan bertambah banyak. Manusia diberi mandat untuk mempunyai keturunan yang berkualitas; baik rohani, intelektual, emosi, kehendak dan fisik yang sehat. Tugas manusia yang kedua adalah memenuhi dan menaklukkan bumi dan menguasai yang ada di dalamnya. Ada hubungan yang tidak terpisahkan antara tugas yang pertama dan yang kedua. Dengan bertambahnya keturunan manusia yang "seutuhnya", diharapkan daerah-daerah yang kosong dapat dihuni, dikuasai, dan dipelihara. Manusia diberi kuasa untuk memelihara dan mengembangkan bumi dan segala isinya.
Dalam kedua tugas itu sudah tersimpan esensi pendidikan. Peran orang tua sangat besar dalam mendidik anaknya dan merupakan hal yang alami. Orang tua memperkenalkan alam kepada anaknya: bunga di halaman rumah, burung dalam sangkar dan yang lain-lain. Mereka terus mendidik anaknya dengan sabar agar dapat mengucapkan kata, berbicara, makan dan berjalan sendiri. Orang tua memberikan contoh bagaimana melakukan tugas sehari-hari di rumah: mencuci piring, memasak, membersihkan rumah dan sebagainya.
Bahkan sampai menginjak dewasa, orang tua masih terus mendidik anaknya agar menjadi anak yang mandiri dan matang, dan dapat menjalani hidupnya sendiri. Selain itu, orang tua memberikan nilai-nilai etis, apa yang baik dan yang tidak baik bagi masyarakat. Apa yang diberikan orang tua kepada putra-putrinya merupakan esensi dari pendidikan secara umum. Orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Orang tua mendidik anaknya tentang prinsip hidup; bagaimana anak seharusnya hidup; bagaimana anak berinteraksi kepada Penciptanya, sesama manusia dan alam.
Untuk itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk juga belajar dan terus menerus mencari ilmu, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak. Agar terhindar dari kesalahan dalam mendidik anak yang dapat berakibat buruk bagi masa depan anak-anak. Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anak mereka, melihat potensi dan bakat yang ada di diri anak-anak mereka, memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah. Para orang tua diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral yang luhur dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang menyerah.

Sumber :
http://bbawor.blogspot.com/2008/08/peran-orang-tua-dalam-pendidikan-anak.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+BungaKehidupan+%28BUNGA+KEHIDUPAN%29

Rabu, 13 Juni 2012

Pendidikan Indonesia


Wajah PENDIDIKAN INDONESIA
Beberapa hari yang lalu bangsa Indonesia baru saja memperingati hari Pendidikan Nasional, tepatnya tanggal 2 Mei. Hal ini menjadi cerminan bagaimana wajah pendidikan Indonesia yang sudah setengah abad lebih berupaya memajukan bangsa dan negaranya semenjak kemerdekaan.
Berbagai kritikan muncul, menganggap bahwa pendidikan yang berlangsung di Indonesia selama ini masih “semrawut”, dan belum mampu menjalankan peranannya. Faktanya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum tersentuh pendidikan, yang ditandai dengan masih tingginya angka kebodohan dan kemiskinan. Miris memang, sebab pendidikan yang ada seolah tidak mampu mengentaskan kondisi bangsa dari keterpurukan.
Permasalahan-permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia sampai saat ini seakan tidak ada habisnya. Namun mari kita coba untuk sejenak merefleksi seberapa jauh upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan Indonesia. Tidak terlepas daripada problem masyarakat atau bangsa Indonesia yang masih mengalami keterbelakangan, pendidikan mempunyai peranan utama dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sebagai modal dasar untuk mewujudkan bangsa dan Negara Indonesia yang maju dan berkembang selaras dengan perkembangan jaman.
Pendidikan Indonesia telah mengupayakan pelaksanaannya dalam usaha membentuk SDM atau masyarakat yang unggul. Terbukti, tidak hanya pendidikan dalam segi kemampuan intelektual saja yang dikedepankan, melainkan kemampuan dalam hal keterampilan. Karena pendidikan Indonesia bukan hanya mendidik bangsanya untuk cerdas dalam pengetahuannya tetapi juga terampil dalam berbagai bidang sehingga mampu untuk berkarya. Selain itu, pendidikan juga mengedapankan pendidikan dalam segi nilai agar terbentuk bangsa Indonesia yang berkepribadian Pancasila.
Pada masa sekarang ini, pendidikan Indonesia sedang maraknya mengintegrasikan pendidikan nilai. Pendidikan tersebut sebagai upaya membentuk manusia yang berkarakter, dan menjadi solusi atas permasalahan degradasi moral yang akhir-akhir ini melanda bangsa Indonesia sebagai dampak dari globalisasi. Moral menjadi salah satu cermin bagi wajah pendidikan yang maju. Oleh karena itu, Indonesia telah mengupayakan pembentukan moral bangsa melalui berbagai bentuk pendidikan nilai. Sebab, pendidikan tidak pernah tinggal diam dan selalu berkembang menyesuaikan kebutuhan serta berupaya bertindak preventif, ketika siklus kehidupan mengalami perubahan.
Perubahan kehidupan juga membuat pendidikan berupaya untuk meningkatkan mutu atau kualitasnya untuk membentuk manusia yang unggul dan berkarakter. Berbagai peningkatan dilakukan untuk menunjang tercapainya pendidikan bermutu, mulai dari guru yang memiliki peran untuk mendidik. Guru tersebut dipersiapkan melalui pendidikan guru agar menguasai kompetensi baik pedagogik, professional, sosial, dan kepribadian. Di samping itu, pemerataan pendidikan ke seluruh lapisan masyarakat juga telah diupayakan agar semua masyarakat dapat mengenyam pendidikan.
Upaya-upaya yang dilakukan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas pada seluruh masyarakat Indonesia, guna membentuk SDM yang unggul sesuai dengan yang direncanakan tentunya akan berhasil jika pelaksana pendidikan dapat berperan optimal.
Berbagai permasalahan khususnya masalah kebodohan dan kemiskinan akibat tidak meratanya pendidikan dapat terminimalisir, jika dalam hal ini pemerintah sebagai pelaksana pendidikan tidak setengah-setengah dan bebas dari kepentingan individu ataupun kelompok dalam bertindak untuk memberikan pendidikan yang berkualitas ke seluruh lapisan masyarakat secara merata. Wajah pendidikan akan nampak kemajuannya jika seluruh bangsa Indonesia memperoleh pendidikan yang sama, sehingga terbentuk bangsa Indonesia yang unggul dan berkarakter yang akan menentukan tingkat kemajuan negaranya pula.


4/5/2012