bicara
diam
bicara
diam kembali
pikiran memberikan suaranya
pada hati yang tak jelas bersuara
hati butuh pikiran
pikiran butuh hati
bersuara
setiap hati bersuara
satu suara hati
butuh suara hati lain
penuh tanda tanya
penuh keraguan
tak paham akan apa yang akan dilakukan
jemaripun menari
bibir masih tetap mengatup
masih tanpa suara
pikiranpun masih belum memberikan tanda
hati tetap bergeming
diam
yang dinanti
Sang pemilik dan penguasa hati
untuk mengisi hati
petunjuk
yakin
tak lagi ragu
bicara kini dengan suara yang wibawa
hati penuh ketulusan
diam dalam kesejukan
Sahabat, jangan pernah takut untuk melangkah. Kau harus berani mengambil pilihan diantara banyak pilihan. Semua mempunyai resiko, baik ataupun buruk. Akan menjadi baik ketika engkau memang memiliki niat baik dalam mengambil pilihan itu.
Pilihan, pilihan, dan pilihan, pasti ada pilihan.
Kau tidak akan menemui keraguan, kebimbangan, atau ketakutan itu, jika kau memohon petunjuk pada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk atas semua pilihan yang ada dalam hidupmu, Sahabatku.
Berdo'alah, memohonlah dengan penuh pengharapan dan ketulusan. Dan... restu orangtua akan membantumu dalam meringankan langkahmu ^_^
Bismillah, dalam setiap ayunan langkah niat baikmu, langkah baik kita. Semoga Allah mengabulkan setiap do'a baik hamba-Nya, do'a kita, aamiin
17/05/2014
on Saturday
-Life is about education and experince- Dalam pendidikan dan pengalaman terkandung banyak ilmu yang kita butuhkan dalam kehidupan. Teruslah belajar, menimba serta berbagi ilmu untuk kebermanfaatan hidup dan hidup yang lebih baik.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Mei 2014
Selasa, 18 Maret 2014
Cipta dan Baca Puisi
"Cipta dan baca puisi merupakan salah satu seni. Dikategorikan seni karena memiliki nilai estetika. Ya, seni erat kaitannya dengan estetika atau keindahan. Cipta berarti membuat, menghasilkan berdasar ide atau suatu kejadian. Baca jelas berarti membaca (tulisan), dan puisi merupakan sebuah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam kata-kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang bermakna". [pendapat saya demikian ^_^]
Saya lebih senang untuk membaca puisi daripada mencipta sebuah puisi, karena membaca itu penuh dengan ekspresi yang mencakup gerak, suara, mimik/ekspresi wajah. Belum banyak yang saya ketahui tentang puisi.
Hari Senin (17/3/2014) kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mendampingi anak didik saya belajar mencipta dan membaca puisi dengan Pak Eko untuk persiapan lomba seni. Pak Eko adalah salah satu guru dan kepala sekolah yang juga aktif dalam organisasi PGRI di Kebumen. Selain itu, beliau ahli dalam bidang kesenian, salah satunya cipta dan baca puisi. Oleh karena itu, beliau sudah seringkali menjadi juri dalam event atau lomba-lomba kesenian bahkan sampai tingkat propinsi. Saya manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar. Meskipun waktunya singkat (tidak ada 1 jam), tapi bagi saya sangat bermanfaat.
Mencipta puisi harus dengan hati. Kita juga perlu memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Tidak perlu terpaku untuk memilih kata-kata yang indah, karena kata yang indah itu akan mengalir dengan sendirinya ketika kita menggunakan hati dan menghayatinya dengan penuh perasaan. Jangan berulangkali menghapus, teruslah menulis, sampai pada akhirnya kita koreksi kembali dan perbaiki. Mintalah seseorang untuk membaca dan memberikan pendapat puisi ciptaan kita.
Sedangkan untuk membaca puisi, ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Memahami puisi yang akan dibaca (ini sangat berpengaruh pada penghayatan)
2. Berilah hormat terlebih dahulu pada dewan juri/penonton
3. membaca judul puisi lebih baik dengan gaya baca biasa tetapi jelas
4. setelah membaca judul, ambil posisi terlebih dahulu. Posisi yang baik dalam membaca puisi adalah kaki membuka selebar bahu. Ini akan mempermudah dalam bergerak (mengekspresikan diri).
5. jangan terburu-buru dalam membaca, perhatikan jeda, dan ambil napas pada jeda antar kalimat.
6. sesuaikan ekspresi gerak dan mimik wajah dengan makna pada kalimat puisi yang dibaca
7. lakukan dengan percaya diri
That's all, pelajaran yang saya dapat kemarin. Semoga ada kesempatan berikutnya untuk belajar puisi dengan ahlinya. Tulisan ini, semoga bermanfaat.
Jika ada tambahan atau koreksi dari pembaca, khususnya tentang puisi, mohon pendapatnya (comment please) ^_^
-Mari Belajar-
Saya lebih senang untuk membaca puisi daripada mencipta sebuah puisi, karena membaca itu penuh dengan ekspresi yang mencakup gerak, suara, mimik/ekspresi wajah. Belum banyak yang saya ketahui tentang puisi.
Hari Senin (17/3/2014) kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mendampingi anak didik saya belajar mencipta dan membaca puisi dengan Pak Eko untuk persiapan lomba seni. Pak Eko adalah salah satu guru dan kepala sekolah yang juga aktif dalam organisasi PGRI di Kebumen. Selain itu, beliau ahli dalam bidang kesenian, salah satunya cipta dan baca puisi. Oleh karena itu, beliau sudah seringkali menjadi juri dalam event atau lomba-lomba kesenian bahkan sampai tingkat propinsi. Saya manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar. Meskipun waktunya singkat (tidak ada 1 jam), tapi bagi saya sangat bermanfaat.
Mencipta puisi harus dengan hati. Kita juga perlu memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Tidak perlu terpaku untuk memilih kata-kata yang indah, karena kata yang indah itu akan mengalir dengan sendirinya ketika kita menggunakan hati dan menghayatinya dengan penuh perasaan. Jangan berulangkali menghapus, teruslah menulis, sampai pada akhirnya kita koreksi kembali dan perbaiki. Mintalah seseorang untuk membaca dan memberikan pendapat puisi ciptaan kita.
Sedangkan untuk membaca puisi, ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Memahami puisi yang akan dibaca (ini sangat berpengaruh pada penghayatan)
2. Berilah hormat terlebih dahulu pada dewan juri/penonton
3. membaca judul puisi lebih baik dengan gaya baca biasa tetapi jelas
4. setelah membaca judul, ambil posisi terlebih dahulu. Posisi yang baik dalam membaca puisi adalah kaki membuka selebar bahu. Ini akan mempermudah dalam bergerak (mengekspresikan diri).
5. jangan terburu-buru dalam membaca, perhatikan jeda, dan ambil napas pada jeda antar kalimat.
6. sesuaikan ekspresi gerak dan mimik wajah dengan makna pada kalimat puisi yang dibaca
7. lakukan dengan percaya diri
That's all, pelajaran yang saya dapat kemarin. Semoga ada kesempatan berikutnya untuk belajar puisi dengan ahlinya. Tulisan ini, semoga bermanfaat.
Jika ada tambahan atau koreksi dari pembaca, khususnya tentang puisi, mohon pendapatnya (comment please) ^_^
-Mari Belajar-
Sabtu, 06 Juli 2013
Kumpulan Puisi Islami
Kumpulan Puisi Islami
Ya
Rabb…
Karya
sahabat: Nur Indah Saputri
semilir
kuasa Mu membelai lembut batinku
fitrah
Mu tuntun langkahku menapak
detik-detik
terhembus anugerah Mu
kadang
lelah menghampiri
gelisahpun
merasuk…
ketika
liku dunia fana menerpa kokohnya benteng imanku
aku
jatuh… terpelosok jauh dari Mu
menangis
dalam gelapnya sepiku
namun…
sinar
Mu tak pernah pupus untukku
ayat-ayat
Mu adalah embun bagi gersang iman hidupku
kawan…
lihatlah
mereka
yang berpijak di tanah
mereka
yang hidup di air
mereka
yang menatap awan
tak
mengerti arti teguran Nya
ikan
tak lagi berenang di laut
tanah
enggan tertanam rizki
awan
mendung pun memanas
bumi
tak hijau ataupun biru
terselimuti
kaca cerminan keburukan kita
kawan
sadarlah…
sebelum
yang di ujung mencair
sebelum
yang kita pijak habis
sebelum
yang di atas begitu panas
sebelum
kita tanamkan tingkah
renungkanlah
salah kita pada alam
balutkan
iman dan takwa
dalam
tiap jejak lakumu
sertakan
istiqomah dalam bulir nafasmu
agar
indah yang kau genggam bukanlah fana
tapi
abadi meski berat dalam menggapainya
demi malam yang gelap tanpa bulan
demi raja siang yang terbit ke
permukaan
jelas terlihat mata telanjang
lukisan Yang Maha Agung
lantang terdengar saat merekah sang
fajar
hingga cahaya akan Engkau simpan
dalam temaram
kekudusan Mu tetap ada di segala
arah
kehidupan
adalah tidur panjang
dan
kematian adalah kehidupan
Engkau
yang memiliki segalanya
Hanya
Engkau yang pantas wahai Rabb-ku
Butiran
Tasbih
Karya
sahabat: Eka Vebri K. A. M
Bertasbihlah
hatiku pada Mu wahai Tuhanku
Hatiku
menangis seraya menyandarkan tanganku
Ya
Allah… cobaan hidup begitu berat, sepi, tertatih
Tangisku
yang mampu mengoyak sepi
Mengalahkan
deru angin yang menusuk kalbuku
Terharulah
hatiku saat Kau mampu menenangkan hatiku
Tak
mudah memang menghadapi suatu hal yang Kau sebut ujian ini
Tapi
aku pastikan Allah tahu yang Aku butuhkan
Bukan
yang aku inginkan
Kala
Subuh
Karya
sahabat: Nutfatun Khoriah
Sang
fajar telah tiba
Terdengar
alunan suara merdu
Allohu
Akbar… Allohu Akbar….
Bergegaslah
insan muslim tuk menghadap Mu
Basuhan
air suci mendamaikan hati
Menuju
jiwa yang fitri
Ya
Allah ijinkanlah hamba yang penuh dosa dan jauh dari Mu ini
Bersimpuh
di hadapan Mu
Langganan:
Postingan (Atom)
